Sinergi Bersama Pendidikan Hebat SDM Unggul Indonesia Maju

Menghasilkan pendidikan hebat memerlukan sinergi dari peran berbagai pihak diataranya siswa, orang tua, guru, sekolah dan pemerintah.

Pengalaman saya membina ratusan siswa OSN selama 7 tahun sampai tahun ini di berbagai daerah Indonesia ( 34 Kabupaten dan 18 Provinsi), mereka yang prestasi di nasional sampai ke internasional kebanyakan memiliki orang tua( atau guru) yang terus mendampingi mereka secara penuh. Kita paham betul saat ini banyak orang tua yang kurang memberikan waktu yang cukup untuk menperhatikan perkembangan pendidikan anak-anaknya dan lebih mempercayakan pendidikan mereka seutuhnya kepada sekolah atau bimbel untuk pendidikan mereka. Orang tua kita banyak yang lebih memberikan waktunya bagi pekerjaanya daripada memperhatikan pendidikan anaknya sendiri. Sebenarnya, Pendidikan belajar bersama dirumah antara orang tua dan anak atau belajar bersama antara adik beradik lebih penting ditingkatkan untuk menghasilkan pendidikan hebat berkarakter.

Menurut saya, untuk menjadikan anak siap menjadi SDM yang unggul mereka harus diperlengkapi sejak dini kemampuan matematika, bahasa inggris dan komputer (digital/informatika) yang hebat sejak mulanya untuk bisa bersaing di tingkat nasional bahkan internasional. Ketiga bidang ini menjadi dasar untuk menguasai bidang2 lainnya. Saya masih teringat ketika masuk di salah satu universitas terbaik di negeri ini tidak memeliki kecakapan  bahasa inggris dan komputer sehingga sangat kesulitan mengikuti kuliah. Siswa saat ini banyak yang maunya menyelesaikan pekerjaan dengan cara instan inilah yang menyebabkan rendahnya minat membaca sumber sumber original karena sudah ada cara instan yang sangat mungkin dia tidak pahami sama sekali. Kemampuan membaca ratusan bahkan ribuan halaman sekalipun itu teks dalam bahasa inggris sangat dibutuhkan siswa dimanapun berada di indonesia ini. SDM Ungul dengan kemampuan literasi yang hebat.

Guru menjadi ujung tombak menancapkan benih ilmu kepada siswa selama di sekolah. Karena itu, guru harus memperluas wawasan  mendunia agar dihasilkan siswa yang mendunia juga.
Guru harus terus menerus mempesiapkan bahan-bahan  ajar yang berkualitas dengan  referensi dari berbagai dunia. Rajinlah studi literatur.  Dengan demikian, guru akan mampu mengispirasi siswa untuk menjadi anak2 yang hebat karena di depan mata mereka sendiri telah nyata guru yang hebat. Kita membutuhkan  siswa bibit unggul untuk menjadi guru hebat. Bibit unggul bukan hanya otaknya yang unggul, tetapi juga hatinya yang murni.

Saat ini, banyak sekolah yang kehilangan arah menjadikan wadah sekolah menjadi LAHAN BISNIS yang subur. Sekolah kehilangan tujuan mulianya untuk mementingkan pendidikan. Sekolah unggul dinikmati segelintir orang yang BERDUIT. Saat ini, sekolah bagus identik dengan uang sekolah mahal. Kiranya , sekolah ke depan manjadi wadah bagi setiap orang untuk mendapatkan ilmu yang terbaik tanpa  topeng. Yayasan pendidikan berpikir untuk melayani bukan untuk dilayani kebutuhannya.

Saat ini pemerintah menggelontorkan ratusan triliun untuk dana pendidikan. Kiranya dana ini dapat dipakai sekolah dan dinas pendidikan secara efektif. Kita besyukur, pemerintah terus memberikan beasiswa melalui KIP, Bidikmisi, Beasiswa Unggulan dan LPDP untuk membantu anak2 indonesia mencapai mimpinya. Tapi, banyak diantara kita penerima  beasiswa hanya menggunakan uang beasiswa untuk tujuan pribadi setelah mendapatkanya lupa mengembalikannya kepada negara melalui pengabdian dan prestasi. Kiranya, pemerintah melalui kemendikbud memeperhatikan kenaikan gaji para GURU yang menjadi ujung tombak pengajaran. Tidak realiatis ada guru2 honorer gajinya 300 ribu itupun dicairkan per tiga bulan bahkan kadang telat melalui dana BOS. Gaji guru yang kecil membuat siswa unggul berpikir RIBUAN kali untuk menjadi guru. Pemerintah melalui dinas pendidikan sebagai orang tua yang harus memperhatikan dan mengawasi siswa, guru dan sekolah mengerjakan peran perannya masing masing.

Mari kita lepaskan topeng kepentingan pribadi untuk bisa bersinergi bersama untuk mengisi kemerdekan.
Mari bersinergi menuju pendidikan maju melahirkan SDM unggul menjadikan Indonesia Maju
Jangan lelah mencintai negeri ini bukan menanyakan apa yang telah diperbuat negeri ini padaku tetapi berkatalah aku harus berbuat apa bagi negeri ini. Mari berlomba lomba berbuat kebaikan untuk negeri kita tercinta Indonesia.

Dirgahayu Republik Indonesia 74 Tahun

Davit Sipayung
Anak yang tidak akan lelah mencintai negeri ini.

Enam Buku Sukses Menjuarai Olimpiade Fisika SMA


  1. OSN Fisika SMA : Mekanika
  2. OSN Fisika SMA : Bank Soal Super-Lengkap
  3. Panduan Eksperimen OSN Fisika SMA
  4. Soal dan Pembahasan Olimpiade Fisika SMA Tingkat Kota (OSK)
  5. Soal dan Pembahasan Olimpiade Fisika SMA Tingkat Provinsi (OSP)
  6. Soal dan Pembahasan Olimpiade Fisika SMA Tingkat Nasional (OSN)

Program Pintar Fisika Indonesia Maju di 514 Kab./Kota di 34 Provinsi Se-Indonesia oleh Davit Sipayung

Daftar Kab./Kota Indonesia yang telah dilakukan pengajaran OSN Fisika oleh Davit Sipayung:
  1. Kota Pekanbaru 
  2. Kota Palembang
  3. Kabupaten Mappi
  4. Kota Jayapura
  5. Kabupaten Penajam Paser Utara
  6. Kota Bandung
  7. Kota Tanggerang Selatan
  8. Kota Jakarta Pusat
  9. Kota Jakarta Selatan
  10. Kota Surabaya
  11. Kota Kotamobagu
  12. Kota Jakarta Timur
  13. Kabupaten Tapanuli Utara 
  14. Kabupaten Nias Selatan
  15. Kabupaten Bangka Tengah
  16. Kota Medan
  17. Kota Jakarta Selatan
  18. Kota Semarang
  19. Kubupaten Aceh Besar
  20. Kota Bogor
  21. Kota Padang Panjang  
  22. Kota Bukittinggi 
  23. Kabupaten Banyumas
  24. Kota Pangkal Pinang
  25. Kota Bekasi  
  26. Kab. Hulu Sungai Selatan
  27. Kab. Bireuen
  28. Kota Ambon
  29. Kota Mojokerto
  30. Kab. Deliserdang
  31. Kab. Banggai Kepulauan
  32. Kota Salatig
  33. Kota Padang 
  34. Kota Kendari 
  35. Kab. Ende
  36. Kota Kupang
  37. Kab.Mojokerto
  38. Kab. Kolaka Utara
Provinsi Indonesia yang telah dilakukan pengajaran OSN Fisika oleh Davit Sipayung:
  1. Riau
  2. Sumatera Selatan
  3. Papua
  4. Kalimantan Timur
  5. Jawa Barat
  6. Banten
  7. DKI Jakarta
  8. Jawa Timur
  9. Sulawesi Utara
  10. Kepulauan Bangka Belitung
  11. Sumatera Utara
  12. Jawa Tengah
  13. Aceh
  14. Sumatera Barat
  15. Kalimantan Selatan
  16. Maluku
  17. Sulawesi Tengah
  18. Sulawesi Tenggara 
  19. Nusa Tenggara Timur